Oleh: Jondra Pianda, S.Sy.
A. Sejarah Keperibadian KH. Abdurrahman WahidSisi kontroversial pemikiran KH. Abdurrahman Wahid (selanjutnya disebut Gus Dur), sebagaimana orang mengetahuinya, sejatinya mulai tampak sejak bagaimana pemahaman orang terhadap kapan dia dilahirkan. Banyak orang, termasuk teman- teman, keluarganya dan oleh hampir semua penulis buku tentang Gus Dur beranggapan bahwa dia dilahirkan pada tanggal 4 Agustus tahun 1940 di Denanyar Jombang Jawa Timur. Sedangkan menurut Greg Barton, bahwa Gus Dur memang dilahirkan pada hari ke-empat bulan kedelapan. Akan tetapi tanggal itu adalah menurut kalender Islam, yakni bahwa Gus Dur dilahirkan pada bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam penanggalan Islam. Menurutnya, tanggal 4 Sya’ban 1940 adalah tanggal 7 September.[1]
Dalam hal ini, nampak bahwa Barton mencoba memperlihatkan sisi kontroversial Gus Dur melalui pernyataan demikian:
Walaupun Gus Dur selalu merayakan hari ulang tahunnya pada tanggal 4 Agustus, tampaknya teman- teman dan keluarganya yang menghadiri pesta perayaan hari ulang tahunnya di Istana Bogor pada hari jum’at tanggal 4 Agustus 2000 tak sadar bahwa sebenarnya hari lahir Gus Dur bukanlah tanggal itu. Sebagaimana banyak aspek dalam hidupnya dan juga pribadinya, ada banyak hal yang tidak seperti yang terlihat. Gus Dur memang dilahirkan pada hari ke-empat bulan kedelapan. Akan tetapi perlu diketahui bahwa tanggal itu adalah menurut kalender Islam, yakni bahwa Gus Dur dilahirkan pada bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam penanggalan Islam. Sebenarnya, tanggal 4 Sya’ban 1940 adalah tanggal 7 September.